Pernyataan Bersama Tiongkok-AS Seputar Masalah Iklim Merupakan Sebuah Langkah Tegas Kedua Pihak Menuju Kerja Sama

2021-04-20 16:24:29  

Pernyataan Bersama Tiongkok-AS Seputar Masalah Iklim Merupakan Sebuah Langkah Tegas Kedua Pihak Menuju Kerja Sama_fororder_中美

Pembicaraan Masalah Iklim Tiongkok-AS yang berlangsung selama 2 hari ditutup dan kedua pihak mengeluarkan Pernyataan Bersama pada 18 April lalu. Pertemuan yang disebut media sebagai “sentuhan yang berpotensi cerah” ini dapat sejauh mana mendorong kerja sama kedua pihak. Media asing mencari jawabannya dari Pernyataan Bersama.

Media asing menganggap, saat Tiongkok dan AS berselisih di banyak bidang, Pernyataan Bersama menunjukkan “teladan kerja sama kedua pihak yang jarang ada”, sedangkan sebagai dua negara emisi karbon yang paling penting didunia, prospek kerja sama kedua negara di bidang iklim masih perlu “diamati”.

Pada malam 14 April, Utusan Khusus Presiden AS untuk Masalah Iklim, John Kerry tiba di Shanghai, dua hari kemudian ia mengadakan pembicaraan dengan Utusan Khusus Tiongkok untuk Masalah Perubahan Iklim Xie Zhenhua.

Pada 19 April, Tiongkok dan AS mengeluarkan pernyataan bersama dan menyampaikan kesediaan untuk kerja sama di bidang iklim. Dalam pandangan media asing, pencapaian persetujuan antara Tiongkok dan AS sungguh sulit.

Media utama Eropa dan AS termasuk The New York Times, Reuters, CNN, Financial Times, AP dll masing-masing memaparkan pandangan yang mirip.

Dalam pernyataan bersama, Tiongkok dan AS mengenang kembali pasar kedua dalam Persetujuan Paris yang bertujuan mengendalikan kenaikan suhu udara rata-rata global di bawah 2 derajat Selsius dan mengupayakan di bawah 1,5 derajat Selsius.

Website berita Axios AS melukiskan hal ini sebagai “target yang paling berambisi” dalam Persetujuan Ikim Paris, dan upaya bersama Tiongkok dan AS dapat mewujudkannya.

Namun, apakah kerja sama iklim Tiongkok-AS akan lancar? Sejumlah media asing masih “mengendus” perselisihan kedua pihak dalam pernyataan bersama.

Pada akhir Maret lalu, Biden mengumumkan telah mengundang para pemimpin dari 40 negara dan organisasi internasional untuk ikut serta dalam KTT Iklim Global pada 22-23 April, termasuk Tiongkok dan Rusia. Sebelumnya, media Inggris berpendapat, jika AS bisa membujuk Tiongkok untuk menghadiri KTT, ini akan menjadi sebuah tonggak sejarah yang penting.

Sedangkan dalam pasal ketiga pernyataan bersama, Tiongkok dan AS menyebutkan bahwa mereka sama-sama menantikan KTT tersebut. Menurut media asing, kata “menantikan” tersebut tidak memastikan hadir tidaknya pemimpin Tiongkok dalam KTT kali ini.

Komentar
贲月梅