Argumentasi tentang Produk Buatan Tiongkok Membawa Virus Menjadi Lelucon

2020-03-26 10:32:03  

  Dengan berkoordinasi dengan argumentasi sejumlah politikus AS yang menyebutkan virus corona sebagai “virus Tiongkok” dan “virus Wuhan”, sejumlah orang Barat terus menyebarkan kebohongan bahwa produk yang dibeli dari Tiongkok membawa virus dan mengagitasikan pemboikotan “buatan Tiongkok”. Argumentasi yang mengerikan itu bertujuan untuk mengadakan stigmatisasi terhadap Tiongkok, menghasut dan menimbulkan kontradiksi antara Tiongkok dan negara-negara lain demi menggaet keuntungan.

  Padahal, WHO di situs webnya telah dengan tegas menunjukkan, virus corona tidak akan disebarkan melalui produk buatan Tiongkok dan juga tidak disebarkan melaluii produk dari negara yang dilaporkan terjangkit virus corona. Majalah The New England Journal of Medicine dalam sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa berbeda-beda waktu hidup virus corona yang menempel di barang yang berbeda, dan waktu hidupnya paling panjang sekitar 72 jam dengan menempel di plastik dan besi. Dengan kata lain, asal diambil tindakan prevensi dan sterilisasi yang seperlunya, berbagai jenis barang tidak mungkin menjadi risiko utama penyebaran virus.

   Kini, telah ditemukan wabah di lebih dari 180 negeri dan daerah di seluruh dunia. Menurut logika orang-orang yang menyebarkan argumentasi tentang produk buatan Tiongkok membawa virus itu, apakah hampir sema barang di dunia tak luput dari serangan virus?

Seiring dengan membaiknya situasi pengontrolan wabah, bersamaan memenuhi kebutuhan pengendalian wabah di dalam negeri, Tiongkok berupaya sedapat mungkin menyediakan bantuan material medis kepada negara-negara asing, sementara menggairahkan dan mendukung perusahaan domestik menggalakkan produksi, dan menyediakan berbagai fasilitasi kepada pembelanjaan berbagai negara. Periset senior Universitas Yale AS Stephen Roach dalam artikelnya baru-baru ini menunjukkan, kalau Tiongkok dan AS bersama menanggulangi wabah, AS dapat membeli bahan medis yang sangat dibutuhkan dari Tiongkok dan itu dapat tepat waktunya menyelamatkan jiwa banyak warganegara AS.

Akan tetapi, sejumlah politikus AS tak mau menerima nasehat itu dan mempertimbangkan bagimana mendorong “lepas kaitan” dengan memanfaatkan wabah kali ini, mengintensifkan kebijakan dan pendirian yang unilateral dan anti-globalisasi, dan mencoba meretakkan hubungan antara Tiongkok dan dunia luar dan menghambat langkah kerja sama Tiongkok dengan negara-negara lain.

   Presiden Tiongkok Xi Jinping hari ini (26/3) menghadiri KTT Khusus Pemimpin G20 mengenai COVID-19 di Beijing dalam bentuk rekaman video. Pihak Tiongkok berharap dengan kesempatan ini mendorong pencegahan dan pengontrolan bersama masyarakat internasional, menyempurnakan pengelolaan kesehatan global, dan menangkal dampak wabah terhadap ekonomi dunia. Boleh dikata, wabah kali ini tak saja tak akan menjauhkan Tiongkok dari dunia malah akan meningkatkan lebih lanjut pemahaman dan pengakuan dunia aterhadap ide komunitas senasib sepenanggungan manusia.

 Mengahdapi wabah sebagai musuh bersama, kerja sama merupakan pilihan satu-satunya manusia. Orang-orang yang memandang dunia dengan sudut yang membawa virus itu tak menyadari bahwa dirinya sendiri sudah gawat terjangkit virus. Berbagai kebohongan konyol mereka kini telah menjadi lelucon di dunia.  

Komentar
陈曦