Indonesia Pertimbangkan Lagi Pindah Ibukota

2019-05-14 10:46:12  

Presiden Indonesia Joko Widodo belakangan ini dalam Twitternya menyatakan, Indonesia dengan teliti mempertimbangkan pemindahan ibukota negara ini.

Kini, di dalam negeri Indonesia terdapat kelompok yang setuju dan menentang begitu tersebar luasnya berita pemindahan ibukota. Kelompok yang setuju berpendirian sebagai berikut, pertama ibukota Jakarta kini memikul dua misi besar, pusat politik dan pusat ekonomi, penduduknya sudah menerobos 20 juta dan melangkah ke 30 juta. Sedangkan infrastruktur kota Jakarta terbelakang, tidak terdapat satu lin kereta bawah tanah. Memindahkan kepresidenan dan berbagai aparat pemerintah ke ibukota yang baru kecuali bank sentral serta berbagai badan moneter utama, menjadikan Jakarta sebagai pusat moneter Indonesia. Kedua, pemindahan ibukota bermanfaat bagi perkembangan selaras Indonesia. Pulau Jawa telah memusatkan separo penduduk Indonesia, sedangkan Jakarta menarik tenaga kerja dan sumber daya dari seluruh negeri, sehingga beberapa pulau besar lainnya sulit mendapat peluang perkembangan yang seimbang. Ketiga, selain menghadapi kemungkinan serangan bencana alam seperti gempa bumi, Jakarta juga mengalami kemerosotan tanah dan polusi.

Sedangkan yang menentang berpendirian sebagai berikut, pertama, pemindahan ibukota tak akan membantu Jakarta untuk mengatasi persoalan kemerosotan tanah dan polusi. Kedua, penduduk Pulau Jawa memiliki rasa unggul yang keras dalam jangka panjang, mereka tidak ingin pusat politik negaranya pindah dari Jawa. Ketiga, pemindahan ibukota diperlukan biaya yang amat besar.

Ditinjau dari sudut jangka panjang, pemindahan ibukota mungkin bermanfaat bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Kini, Indonesia berupaya untuk merealisasi transformasi industrialisasi, sementara berharap mengikuti langkah Thailand dan negara-negara ASEAN lainnya pada era “industri 4,0”. Akan tetapi, kesenjangan besar antar daerah mengakibatkan kekurangan tenaga kerja yang berkualitas, mengakibtkan industri Indonesia mengalami apa yang disebut “fenomena de-industrialisasi sebelum matangnya industrialisasi” pada saat penurunan PDB. Kini, pemerintah Indonesia mengemukakan strategi “ekonomi pulau luar”, membagikan sumber daya melalui pembangunan kompleks industri dengan modal asing, meningkatkan level industrialisasi pulau luar, seperti Sulawesi dan Kalimantan. Memindahkan ibukota ke pulau luar sesuai dengan strategi “perekonomian pulau luar”, bermanfaat bagi Indonesia untuk mengatasi kesulitan ekonomi sekarang ini.

Komentar
赵颖